AWAK AWAK WANGSULANA
PITAKONKU MARANG SIRO
SAKA NGENDI SIRA IKU
MENYANG NGENDI TUJUANMU
MULO COBA WANGSULANA
JAWABEN KELAWAN CETHA
ANENG NGENDI URIP IRA
SAIKI SEDINA-DINA
Kurang lebih syair itu kalau di artikan dalam bahasa Indonesia.
Wahai Manusia Jawablah
Pertanyaanku Kepadamu
Dari Mana Asalmu itu
Kemana Tujuanmu
Maka Coba Jawablah
Jawablah Dengan Jelas
Mau Kemana Hidup Kamu
Sekarang dan Setiap Hari
Ah… Begitu sederhananya syair itu tapi begitu dalam artinya secara mendalam ya..syaikh…!!!
Di bait pertama kau harap manusia untuk melihat dan intropeksi terhadap dirinya sendiri untuk mengetahui asal muasal manusia yang diciptakan dari hal hina dan merupakan seorang hamba, dan tujuan dari hidup itu sendiri yaitu kepada dunia akhirat menghamba kepada Allah.
Di bait kedua kau harap manusia itu untuk menjawab dengan jelas kehidupannya dari pertanyaan di bait pertama itu. Bagaimana kehidupanmu apakah sudah tahu kalau dirimu itu hina apa yang kau sombongkan hari ini atau hari-hari berikutnya, patutkah engkau sombong kalau dirimu saja tercipta dari barang yang hina. Sudahkah engkau menjadi hamba Allah dengan sejatinya hamba, yang seharusnya patuh sekarang dan setiap hari dan setiap saat kepada Allah yang merupakan Raja (Malik) dari semuanya. Dan apa yang kamu lakukan selaku hamba dari perintah-perintahnya yang merupakan tujuan kehidupanmu sudah kamu tujukan ke akhiratmu dengan ke ikhlasan kepada Allah atau hanya untuk duniamu sekarang dan setiap hari, sudah betul apa tidak kehidupan kita sehari-hari untuk lillahita’ala.
Ya… Syaikh… Semoga dengan syairmu dan barokahmu kami mengharap dan berdoa semoga bisa melakukan yang engkau bimbingkan melalui dunia pendidikan ini. Amin..!!!

Mendapatkan sesuatu dengan cuma – cuma bukanlah prinsip dalam pembelajaran di sekolah kami, yang kami kedepankan adalah proses dalam mendapatkan sesuatu tersebut. Suatu proses yang bermakna bukanlah hal yang mudah dilaksanakan tapi dampak pada anak sangat berkesan dan bersifat long time. Dan akan dikenang oleh anak sepanjang hidupnya. Kita contohkan pada pembelajaran hemat energi dengan menggunakan energi alternatif yaitu angin. Yaitu pembuatan kincir angin. Anak – anak bisa membeli kincir angin yang bagus di sebuah toko, anak – anak bisa minta buatkan kepada ayah mereka tapi bukan itu yang kami terapkan dalam pembelajaran di sekolah kami. Tapi sebuah proses untuk anak – anak berpikir dari yang sederhana. Dengan adanya proses tersebut kebahagiaan dan kepuasaan mereka sangatlah membahagiakan. Inilah potret – potret kebhagiaan mereka. 







Kurikulum 2013, hmm… mungkin dari sebagian guru sudah faham banget dg kata tsb, atau faham tapi cuma sedikit atau belum faham sama sekali. Kurikulum 2013 dirancang untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam ranah pengetahuan, ketrampilan, dan sikap secara utuh. Proses pencapaiannya dilaksanakan dengan memadukan ketiga ranah tsb melalui pendekatan pembelajaran tematik terpadu (buku siswa k13). Kurikulum 2013 pedoman pengajaran yang terdiri dari 4 aspek penilaian yaitu penetahuan, ketrampilan, sosial dan spiritual. Dari pengertian tsb metode pembelajaran yang paling tepat adalah pembelajaran yang diterapkan pada dunia nyata atau pendekatan CTL.
Pada kurikulum K 13 kelas 4 semester 1 terdapat 5 tema yang harus dituntaskan oleh siswa, pada kelas 4 tema 3 Peduli Terhadap Makhluk Hidup subtema 1 Hewan dan Tumbuhan di Lingkungan Rumahku. Sebelum kita mempelajari tema tsb , alangkah baiknya kalau siswa sdh mengenal potensi yang ada pada lingkungannya , sebelum masuk pada pembelajaran tsb siswa diberikan tugas untuk mengenal potensi yang ada pada daerahnya dg cara menyebutkan tumbuhan dan hewan di sekitar. Supaya lebih memudahkan siswa buatlah dg menggunakan kolom tumbuhan sekitar dan hewan sekitar. Untuk mencari jawaban siswa siswi boleh berjalan jalan ke daerah sekitar dg waktu yg sudah disepakati.

